Senin, 12 Oktober 2009

waktu, dirimu, dan aku....

waktu adalah matahari dan rebulan yang bercakap dengan titah Tuhannya...
dan Cinta adalah percakapan lembut,
antara waktu dan rahsa yang hangat mengalir dalam darah,
berdenyut di seluruh tubuh; sebelum tertambat di lubuk jantung.

kuharap waktu, dirimu dan aku berhenti di ruang yang sama,
lalu kita coba hentikan keindahan itu
dalam diam yang ranum......

aku mencintaimu, dik....

Musim Badai;

musim badai, banyak sampan terhempas....
aku ingin sampan kita selamat;
karenanya ijinkan hari ini,
aku kembali mencintamu sebagai mana mula-mula kita bertemu,
hingga makin kokoh tautan ini.
ketika tatap mata sederhana menjadi luar biasa,
ketika senyuman bisa hentikan detik berdetak....

ayo, terus kita kayuh dayung ini,
lalui samaudra ini dengan hati terikat pasti

Kamis, 20 Agustus 2009

geguritan;

mentari senja; indah
seindah hati di hari ini
seindah hari di hati ini
bagaimanapun juga, ombak adalah dada ini
derunya ciptakan irama
dentumannya ciptakan nada
detaknya ciptakan ritme yang aneh
menelikung di setiap kelokan jiwa
merobek tiap2 luka
membuat irisan2 yang indah
yalah cinta yang sedang aku bangun
dengan batu bata cinta pula aku susun
; mengapa
karena cinta harus-lah tumbuh
seperti rumput di tengah padang
seperti virus dalam tubuh
seperti spam dalam e-mail kita
seperti luka panjang yang menyayat luka
luka oleh luka
aku mencintai-mu, itu pasti

Kamis, 22 Januari 2009

pagi gerimis

Pagi gerimis,
Rintik air berdetak
Denyut darah bependar hangat
Mengalir
Angin sejuk berhembus, kibarkan dedaunan
Aku berharap cinta yang datang
Ungkap rahsia semesta
Dan ilalang bercengkrama,
Bunga rumput tumbuh penuh warna
Dan memang cinta-lah yang datang
Membawa damai
Yang jadikan gemuruh detak jantung jadi dengkur
Jadikan sakinah dalam dada…..

Terima kasih, Cinta…